Tampilkan postingan dengan label UMSIDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMSIDA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2018

KKN Terpadu UMSIDA

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa UMSIDA yang memadukan bentuk kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan al-Islam dan Kemuhammadiyahan. KKN menjadi salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa UMSIDA.

Melalui KKN ini mahasiswa belajar mengenalidan mengkaji permasalahan masyarakat serta berusaha memecahkannya dengan menggunakan pendekatan keilmuan yang bersifat holistik-transformatif. KKN dapat mendidik mahasiswa untuk memiliki pola berpikir yang interdisipliner, terpadu dan komprehensif. KKN juga memungkinkan mahasiswa memiliki pengalaman melakukan praksis pengabdian kepada masyarakat di mana kompetensi teoritik yang dipelajarinya di perguruan tinggi dapat berdialektika dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi masyarakat. Proses kegiatan tersebut pun akan menumbuhkembangkan rasa kepedulian sosial dan rasa kesejawatan mahasiswa. Ringkasnya, KKN bertujuan :
  1. Membentuk kepribadian mahasiswa sebagai kader pembangunan dengan wawasan berpikir yang holistik-transformatif.
  2. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja secara inter-disipliner
  3. Membina mahasiswa agar menjadi seorang inovator, motivator, dan problem solver.
  4. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk turut dalam pengembangan masyarakat. Membelajarkan mahasiswa untuk menghayati permasalahan masyarakat dalam konteks pembangunan dan aktif berkontribusi dalam upaya pengatasannya secara praktis mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi program-program pengembangan dan pembangunan masyarakat.
  5. Membina semangat pengabdian mahasiswa untuk turut terlibat secara aktif dalam memecahkan beragam persoalan masyarakat dengan didasari oleh nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
  6. Meluaskan wawasan dan pengalaman mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang majemuk sehingga memiliki kesiapan untuk berinteraksi dan bersinergi dengan pihak lain di berbagai tingkatan dan konteks persoalan.

Bagi UMSIDA, umpan balik dari kegiatan KKN dapat dipergunakan sebagai bahan pengayaan materi kuliah, penyempurnaan kurikulum, dan inspirasi pengembangan program demi mengoptimalkan pencapaian tujuan perguruan tinggi. KKN juga bisa menjadi instrumentasi untuk memperkuat kerjasama dengan berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta, dari dalam ataupun luar negeri dalam rangka pengembangan pendidikan tinggi dan pembangunan masyarakat dalam arti luas.

Sisi lain, KKN harus memberi manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Mengingat KKN diarahkan tidak saja kepada mahasiswa dan perguruan tinggi tempat mahasiswa belajar secara formal, tetapi juga masyarakat serta pemerintah di mana mahasiswa melaksanakan pengabdiannya. Jadi KKN merupakan kegiatan yang bersifat tripartite, yaitu melibatkan setidaknya tiga lembaga: perguruan tinggi (termasuk mahasiswa dan dosen di dalamnya), masyarakat, dan pemerintah. Adapun bentuk manfaat yang dapat dikontribusikan kepada masyarakat dan pemerintah antara lain berupa bantuan pemikiran dari tenaga terdidik dalam penyelesaian masalah-masalah pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi. Inovasi juga dapat distimulasi dan dihidupkan dalam membangun kemandirian dan keberdayaan guna meningkatkan dan mengembangkan kualitas hidup masyarakat setempat.

KONSEP DASAR KKN - TERPADU

KKN yang dilaksanakan pada bulan Agustus - Sepetember 2018 adalah KKN Terpadu (KKN-T). KKN-T diharapkan mampu membelajarkan mahasiswa secara otentik melalui praksis holistik dalam konteks kehidupan nyata bermasyarakat. Maka dari itu, KKN-T dibangun di atas landasan konsep keterpaduan. Dari struktur kegiatannya, pelaksanaan KKN-T memadukan empat dharma sekaligus, yaitu: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Keterpaduan juga dikembangkan melalui penyusunan program-program kegiatan yang tidak saja berorientasi jangka pendek, tetapi juga jangka panjang untuk kemajuan masyarakat mitra. Lebih jauh, keterpaduan dalam pelaksanaan KKN-T diwujudkan melalui kerjasama antar elemen pembangunan masyarakat, termasuk unsur pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Keterpaduan kerjasama tersebut secara optimal diorientasikan mampu menstimuli terbentuknya kader-kader pembangunan yang tumbuh dari masyarakat mitra itu sendiri.

Peserta KKN-T adalah mahasiswa kerja. Mahasiswa dapat memilih opsi program yang sesuai dengan potensi desa. Bagi peserta yang memilih KKN-T Kerja, maka dilaksanakan dalam jangka waktu dua bulan yaitu tanggal 01 Agustus – 30 September 2018. Pelaksanaan yang dilakukan lebih lama diharapkan adanya fleksibilitas waktu dengan jadwal pekerjaan peserta, namun dengan target keberhasilan program yang diharapkan tuntas sesuai dengan jadwalnya.

PROGRAM DAN TEMA KEGIATAN KELOMPOK - 44 

  • Tema : Peningkatan dan Pengembangan Sosial-Keagamaan
  • Sub-tema : Masjid, yaitu pembentukan dan pengembangan Remaja Masjid (Remas), program kerja takmir, pengembangan program inovatif masjid).
  • Lokasi : Masjid Al-Muniroh (Komplek Perguruan Muhammadiyah Porong) Jl. Raya Lajuk Kec. Porong Kab. Sidoarjo
Read More

Selasa, 31 Juli 2018

Profil UMSIDA


Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berlokasi di Jawa Timur yang tumbuh dengan sangat pesat. Umsida berkomitmen menjadi Perguruan Tinggi  unggul dan inovatif dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat.

Umsida, sebagai penyelenggara pendidikan dan pengajaran profesional, terus mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia dengan meningkatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa, melahirkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Umsida menyadari sepenuhnya bahwa dirinya merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat global, karena itu Umsida terus meningkatkan kerjasama dan konsolidasi dengan berbagai lembaga baik di dalam maupun luar negeri. Upaya tersebut telah dilakukan sejak 1984 sehingga Umsida mampu bersinergi dalam pengembangan dan peningkatan tata kelola kelembagaan. Karena itulah, mulai 2012 lalu Umsida memiliki 4 kampus. Kampus I berada di Jalan Mojopahit 666 B Sidoarjo; Kampus II berada di Jalan Raya Gelam  no. 250 Candi, Sidoarjo; Kampus III Ma’had Umar Bin Khattab berada di Kompleks Perumahan IKIP V/1 Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya; dan Kampus IV berada di Jl. Raya Rame 4, Pilang Wonoayu, Sidoarjo.

Untuk meningkatkan kualitas akademik, UMSIDA terus mengembangkan sarana dan prasarana perkuliahan dan laboratorium yang respresentatif, melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas dosen. Saat ini UMSIDA mempunyai 200 dosen tetap dengan kualifikasi pendidikan magister (S2), Doktor (S3) dan guru besar (Profesor) dari berbagai perguruan tinggi baik negeri, swasta dalam maupun luar negeri. Selain itu, 40% diantaranya merupakan praktisi profesional. Hal ini membantu dalam menjalani link and match antara UMSIDA, perusahaan, dan pemerintah. UMSIDA juga didukung oleh 140 orang staf administrasi, teknisi, dan laboran yang masing-masing ahli dibidangnya. Semuanya disediakan untuk melayani calon mahasiswa demi kelancaran proses belajar mengajar.

Umsida diperkuat oleh 5 lembaga, yaitu: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Bahasa, Lembaga Humas, Kerjasama dan protokoler (LHKP) dan Lembaga Pengembangan dan Peningkatan Pendidikan (LP3),  LP3 ini di lengkapi beberapa pusat studi, yaitu: Pusat Studi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pusat Studi Kawasan dan Kebijakan, Pusat Studi Lingkungan, Pusat Studi Kajian Wanita, dan Pusat Studi Kewirausahaan.

Selain itu Umsida juga memiliki beberapa Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) yaitu: UPT Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdasim), UPT Perpustakaan, UPT Penerbitan, UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan UPT MKDU. Selain itu sebagai wujud pengembangan kampus, sejak awal 2011 UMSIDA telah mendirikan Business Center yang terletak di Kampus II.

Saat ini Umsida mendidik hampir sembilan ribu mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Aceh hingga Nusa Tenggara bahkan dari luar negeri seperti Cina dan Thailand. Keragaman inilah yang membuat kuliah di Umsida lebih dinamis.

Untuk menfasilitasi pengembangan diri mahasiswa, Umsida menyediakan organisasi dan lembaga kemahasiswaan, antara lain: Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari level Universitas, Fakultas, hingga di tingkat jurusan yakni, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang berfungsi juga sebagai wadah pengembangan keprofesian sesuai dengan disiplin ilmunya. Disamping itu, juga terdapat berbagai organisasi ekstra kampus.

Para lulusan terhimpun dan dibina melalui organisasi alumni, diantaranya Center For Career Planning (CCP) Umsida. Tujuannya, untuk mengembangkan dan memperluas informasi bursa kerja guna membantu pencarian kerja bagi mahasiswa secara umum. Selain itu program lain yang dapat menunjang kegiatan tersebut adalah program KBPK (Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja), Kegiatan Magang Kewirausahaan (MKU), serta Kuliah Kewirausahaan (KWU).

Dalam rangka mengembangkan kelembagaan dan akademik, serta pemberdayaan alumni, Umsida juga menjalankan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga swasta baik dalam negeri maupun luar negeri, misalnya dengan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) , Universiti Utara Malaysia, dan SEAMOLEC (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center).
Read More